Tata Cara Mandi Wajib Junub Besar Yang Benar Lengkap Bacaannya

Tata Cara Mandi Wajib Junub Besar Yang Benar - Mandi wajib setelah haid dan mandi wajib nifas selepas melahirkan (bagi wanita /  perempuan) sama halnya dengan doa mandi wajib atau dengan bahasa lain jinabat ( mandi wajib setelah bersetubuh atau berhubungan intim antara suami istri yang mencakup pria dan wanita) adalah mandi yang harus dikerjakan oleh islam yang guna untuk menghilangkan diri dari hadas besar.

Kita sebagai umat islam tidak boleh menyepelekan tentang mandi wajib ini, karena mandi ini tata cara mandinya pun harus memenuhi ketentuan rukun-rukunnya, dan apabila mandi wajibnya tidak memenuhi rukun maka mandinya dinyatakan tidak syah. Berikut dibawah ini rukun mandi wajib.

Rukun Mandi wajib ada tiga (3)
  1. Niat
  2. Menghilangkan najis pada badan
  3. Meratakan air keseluruh anggota badan yang dzahir

 Tata Cara Melaksanakan Mandi Wajib

1. Membaca bismillah sambil berniat untuk membersihkan hadas besar .
2. Membasuh tangan sebanyak 3 kali.
3. Membasuh alat kelamin (kemaluan) dari kotoran dan najis.
4. Mengambil wuduk sebagaimana biasa kecuali kaki. Kaki dibasuh setelah mandi nanti.
5. Membasuh keseluruhan rambut di kepala.
6. Membasuh kepala berserta dengan telinga sebanyak 3 kali dengan 3 kali menimba air.
7. Meratakan air ke seluruh tubuh di sebelah lambung kanan dari atas sampai ke bawah.
8. Meratakan air ke seluruh tubuh di sebelah lambung kiri dari atas sampai ke bawah.
9. Menggosok bagian-bagian yang sulit seperti pusat, ketiak, lutut dan lain-lain supaya terkena air.
10. Membasuh kaki.

Dan jika ada pertanyaan seperti ini yang di khususkan untuk perempuan. "Bagaimana jika datang bulan (haid) selepas berhubungan intim antara suami dan istri, dan datangnya haid itu sebelum melakukan  Mandi Wajib Junub terlebih dahulu, apakah harus mandi junub terlebih dahulu atau entar saja barengan dengan Mandi Wajib Setelas Haid jika masa haidnya telah habis dalam arti mandi junubnya ditunda dahulu.?? Untuk jawaban demikian ada dua versi yaitu :
  • Wajib mandi junub terlebih dahulu, kemudian sehabis haid mandi wajib lagi.
  • Tidak wajib mandi junub dulu (menunggu haid selesai), saat habis haid baru mandi wajib untuk junub dan haid secara serentak.
Adapun pendapat yang lebih kuat adalah pendapat kedua (wajib mandi sekali saja yaitu sehabis haid). Kerana mandi wajib ketika haid tidak memberikan faedah apapun.

Tata Cara Mandi Wajib Junub Besar Yang Benar Lengkap Bacaannya

Mudah mudahan dengan adanya artikel yang berjudul Tata Cara Mandi Wajib bisa membantu anda dalam mencari informasi yang dimaksud. Semoga bermanfaat amiin.

Bacaan Niat Doa Mandi Wajib Wanita Nifas Dan Artinya

Bacaan Niat Doa Mandi Wajib Nifas Dan Artinya - Mandi wajib adalah mandinya seorang muslim guna untuk membersihkan diri dari hadas besar dengan rukun-rukun tertentu yang salah satunya adalah membasahi seluruh anggota tubuh dengan dimulai dari ujung rambut hingga ujung kaki bahkan lubang-lubang yang ada pada tubuh kita, juga mandi ini berlaku untuk perempuan dan laki-laki.

Dan pada kesempatan kali ini saya akan memaparkan doa mandi wajib bagi wanita yang baru saja bersih dari nifas (setelah nifas) yang sebelumnya telah menulis artikel tengang Doa mandi wajib setelah haid. juga dalam bahasan do'a ini akan dilengkapi dengan tulisan bahasa arab dan latin berikut arti terjemahannya.

Mandi Wajib - Perempuan paling banyak melakukan mandi wajib ketimbang laki-laki, Soalnya wanita mengalami masa haid jika sudah waktunya juga keluarnya darah nifas setelah melahirkan dan juga sesudah bersetubuh atau berhubungan antara suami istri yang di haruskan mandi wajib (junub). Sedangkan untuk peria biasanya hanya mengalami masa mimpi sampai keluarnya sperma (mimpi basah) dan juga bersetubuh atau berhubungan intim antara suami dan istri yang hukum mandinya sudah pasti wajib.

Bacaan Niat Doa Mandi Wajib Wanita Nifas Dan Artinya

Bacaan niat dan do'a mandi wajib bisa langsung anda lihat lebih tepatnya lagi dibawah ini

Bahasa Arab

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْوِلاَدَةِ ِللهِ تَعَالَى

Tulisan Latin : Nawaitul ghusla lirof'i hadatsil wiladati lillaahi ta'aala
Arti Terjemahan : "Saya niat mandi menghilangkan hadats wiladah karena Allah Ta'ala"

Hadits yang berhubungan dengan nifas

عن عائشة رضي الله عنها أَنَّ أَسمْاَءَ سَأَلَتِ النَّبِيَّ  صلى الله عليه و سلم عَنْ غَسْلِ اْلمـَحِيْضِ ؟ فَقَالَ: تَأْخُذُ إِحْدَاكُنَّ مَاءَ هَا وَ سِدْرَتَهَا فَتَطَهَّرُ فَتُحْسِنُ الطَّهُوْرَ ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتَدْلُكُهُ دَلْكًا شَدِيْدًا حَتىَّ تَبْلُغَ شُؤُوْنَ رَأْسِهَا ثُمَّ تَصُبُّ عَلَيْهَا اْلمـَاءَ ثُمَّ تَأْخُذُ فِرْصَةً مُمَسَّكَةً فَتَطَهَّرُ بِهَا فَقَالَتْ أَسمْاَءُ: وَ كَيْفَ تَطَهَّرُ بِهَا؟ فَقَالَ: سُبْحَانَ اللهِ تَطَهَّرِيْنَ بِهَا فَقَالَتْ عَائِشَةُ (كَأَنهَّاَ تُخْفِى ذَلِكَ): تَتَّبَعِيْنَ أَثَرَ الدَّمَ وَ سَأَلْتُهُ عَنْ غُسْلِ اْلجَنَابَةِ؟ فَقَالَ: تَأْخُذُ مَاءً فَتَطَهَّرُ فَتُحْسِنُ الطَّهُوْرَ أَوْ تُبْلِغُ الطَّهُوْرَ ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتَدْلُكُهُ حَتىَّ تَبْلُغَ شُؤُوْنَ رَأْسِهَا ثُمَّ تُفِيْضُ عَلَيْهَا اْلمـَاءَ فَقَالَتْ عَائِشَةُ: نِعْمَ النِّسَاءُ نِسَاءُ اْلأَنْصَارِ لَمْ يَكُنْ يَمْنَعُهُنَّ اْلحَيَاءُ أَنْ يَتَفَقَّهْنَ فىِ الدِّيْنِ

Terjemahan : Dari Aisyah radliyallahu anha bahwasanya Asma’ pernah bertanya kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam tentang mandi haidl. Beliau menjawab, ”Hendaklah seseorang di antara kalian mengambil air dan daun sidrahnya (sekarang ini misalnya sabun). Lalu ia bersuci dan membaguskan bersucinya. Kemudian ia menuangkan (air) di atas kepalanya lalu menggosok-gosoknya dengan kuat sehingga mencapai ujung kepala. Selanjutnya ia menuangkan air (ke seluruh tubuhnya), kemudian mengambil kain yang diberi wewangian lalu ia membersihkan dengannya”. Asma berkata, ”Bagaimana cara membersihkan dengannya?”. Beliau bersabda, ”Subhanallah, engkau bersihkan dengannya”. Aisyah berkata (seolah-olah ia merahasiakan hal itu), ”Ikutilah sisa-sisa darah”. Asma juga bertanya tentang mandi janabat. Beliau menjawab, ”Hendaklah ia mengambil air lalu ia bersuci dan membaguskan atau menyempurnakan bersucinya. Kemudian menuangkan air di atas kepalanya dan menggosok-gosoknya sehingga sampai keujung kepala lalu mengguyurkan air atasnya”. Aisyah berkata, ”Sebaik-baik perempuan adalah perempuan anshor karena rasa malu tidak mencegah mereka untuk memahami agama”. [HR Muslim: 332, al-Bukhoriy: 314, 315, 7357, an-Nasa’iy: I/ 136-137, Abu Dawud: 314, 315, 316, Ibnu Majah: 642, Ahmad: VI/ 122 dan al-Hakim: 248.  Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih].

Setiap wanita yang sudah melahirkan maka diwajibkan untuk mandi wajib meskipun anaknya keguguran atau tanpa keluar darah sekalipun. Dan dengan adanya pembahasan dengan title Doa Mandi Nifas mudah-mudahan bisa membantu anda.

Bacaan Niat Doa Sebelum Wudhu Arab Latin dan Arti Terjemahannya

Bacaan Niat Doa Sebelum Wudhu Arab Latin dan Arti Terjemahannya - Adalah artikel yang akan membahas tentang wudhu dan isnya Alloh pada kesempatan kali ini saya akan menuis untuk do'a setelah selesai mengerjakan wudhu yang akan dilengkapi dengan tulisan bahasa arab dan latin berikut arti terjemahan dari pada Doa wudhu tersebut.

Pengertian Wudhu - Yang dimaksud dengan wudhu adalah membasuh sebahagian anggota tubuh dengan air seperti wajah, kedua tangan kanan & kiri sampai dengan sikut dua-duanya juga seperti membasuh kedua kaki yang kanan & kiri hingga mata kaki kedua-duanya yang guna untuk menghilangkan hadas kecil apabila kita hendak menunaikan sholat seperti akan mengerjakan Sholat Tahajud, thawaf dan menyentuh/membawa al-qur'an dan yang lainnya yang diwajibkan harus berwudhu terlebih dahulu.
Hal-hal yang disunatkan atau yang dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu yaitu sebagai berikut :
  • Mengulangi wudu untuk tiap shalat
  • Bagi setiap Muslim untuk selalu tampil dengan wudu
  • Ketika hendak tidur dalam keadaan junub
  • Sebelum mandi wajib
  • Ketika hendak mengulangi hubungan badan
  • Ketika marah
  • Ketika membaca al-Qur'an,
  • Ketika Melantunkan azan dan iqamat
  • Ziarah ke makam Nabi Muhammad
  • Menyentuh kitab-kitab syar'i.
Wudhu - Dalam berwudhu tidak semua air yang bisa dipakai untuk berwudhu, karena ada air yang tidak syah dipakai untuk berwudhu. Air yang tidak bisa dipake untuk wudhu yaitu sebagai berikut:
  • Air yang tidak bersih atau ada najis,
  • Air sari buah atau pohon seperti air kelapa baik yang muda atau yang tua,
  • Air yang telah berubah warna, rasa dan bau dan menjadi pekat karena sesuatu telah direndam didalamnya,
  • Air dengan jumlah sedikit yang kurang dari ukuran 2 kulah (kurang dari 1000 liter) yang terkena sesuatu yang tidak bersih seperti urin, darah atau minuman anggur atau ada seekor binatang mati didalamnya,
  • Air bekas wudu itu sendiri atau bisa disebut dengan air yang musta'mal.
  • Air yang tersisa setelah binatang haram meminumnya seperti anjing, babi atau binatang mangsa,
  • Air yang tersisa oleh seseorang yang telah mabuk karena khamr (minuman keras)
Adapun untuk jenis air yang boleh atau syah untuk dipakai bersunyi (wudhu) yaitu sebagai berikut:
  • Air hujan,
  • Air sumur,
  • Air terjun, laut atau sungai,
  • Air dari lelehan salju atau es batu,
  • Air dari tangki besar atau kolam.
Pengertian musta'mal - Air musta’mal dalam pengertian madzhab syafi'iyah adalah air sedikit yang telah digunakan untuk mengangkat hadats dalam fardhu taharah dari hadats. Air itu menjadi musta’mal apabila jumlahnya sedikit yang diciduk dengan niat untuk wudu atau mandi meski untuk mencuci telinga yang merupakan bagian dari sunnah wudu. Namun bila niatnya hanya untuk menciduknya yang tidak berkaitan dengan wudu, maka belum lagi dianggap musta’mal. Termasuk dalam air musta’mal adalah air mandi baik mandinya orang yang masuk Islam atau mandinya mayit atau mandinya orang yang sembuh dari gila, dan air itu baru dikatakan musta’mal kalau sudah lepas atau menetes dari tubuh. Air musta’mal dalam mazhab ini hukumnya tidak bisa digunakan untuk berwudu atau untuk mandi atau untuk mencuci najis. Karena statusnya suci tapi tidak mensucikan. yang sering disebut air musta'mal itu air yang suci namun tidak mensucikan.

Firman Allah Swt dalam surat Q.S. Al-Maidah ayat 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur."

Lafadz Bacaan Niat Sebelum Wudhu Bahasa Arab

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

TULISAN LATIN
NAWAITUL WUDHUU A LIRAF'IL HADATSIL ASHGHARI FARDHAL LILLAAHI TA'AALAA.

Arti Terjemahan
"Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadas kecil fardu karena Allah Ta'ala"

Bacaan Niat Doa Sebelum Wudhu Arab Latin dan Arti Terjemahannya

Mungkin hanya itu saya yang dapat saya sampaikan untuk pembahasan yang berjudul Doa Sebelum Wudhu. Mudah-mudahan bisa membantu dan bermanfaat, mohon maaf dengan segala kekurangan dari blog kami. Terimakasih atas pengertiannya.

Niat Doa Mandi Wajib Wanita Nifas Setelah Melahirkan / Wiladah Dan Terjemahan

Niat Doa Mandi Wajib Wanita Nifas Setelah Melahirkan - Berikut ini adalah pembahasan yang selanjutnya yang akan kami share khususnya untuk wanita/ibu-ibu yang habis melahirkan yaitu mandi wajib nifas. Namun sebelum kami membahas lebih lanjut mengenai niat mandi nifas, disini kami akan membahas terlebih dahulu pengertian dari nifas itu sendiri.

Pengertian nifas itu pada umumnya terbagi kedalam dua bagian yaitu nifas menurut lughot dan nifas menurut istilah (syara'). Pengertian niafas menurut lughot (bahasa) yaitu melahirkan, sedangkan pengertian menurut istilah syara' nya nifas itu ialah darah yang keluar melalui farji perempuan setelah melahirkan atau belum melebihi 15 hari setelahnya, bila darah tidak langsung keluar.

Adapun darah yang keluar saat melahirkan atau bersamaan dengan bayi darah tersebut tidak disebut darah nifas. Dan berikut ini penjelasan lengkapnya.

1 . Bila darah tersebut bersambung dengan darah haid sebelumnya, maka disebut darah haid. Berikut kami berikan contohnya "Wanita hamil mengeluarkan darah selama 3 hari, kemudian melahirkan dan darah terus keluar sampai 20 hari setelah melahirkan. Maka darah yang keluar selama 3 hari dan saat melahirkan serta darah yang keluar bersama dengan anak disebut darah haid. Sedangkan darah yang keluar setelah melahirkan selama 20 hari disebut darah nifas".

2. Bila darah tersebut bersambung dengan darah sebelumnya namun tidak mencapai aqollul haid (24 jama) atau tidak bersambung dengan darah sebelumnya maka disebut darah istihadhah. Contohnya seperti : "Wanita hamil keluar darah selama 20 jam, setelah itu melahirkan dan darah terus keluar sampai 20 hari. Maka darah yang keluar selama 20 jam dan darah yang keluar saat melahirkan serta bersamaan dengan bayi disebut darah istihadhoh. Kemudian darah yang keluar selama 20 hari disebut darah nifas".

3. Sedangkan darah yang keluar setelah melahirkan dengan selang waktu 15 hari atau lebih, maka disebut darah haid, bilamana memenuhi syarat-syarat haid. Dan Contohnya seperti "Wanita melahirkan tanggal 1, kemudian tidak keluar darah sampai tanggal 17, lalu keluar darah selama 3 hari. Maka darah yang keluar selama 3 hari tersebut dihukumi darah haid. Dan waktu antara lahirnya bayi dengan keluarnya darah (16 hari) dihukumi suci".

Niat Doa Mandi Wajib Nifas Setelah Melahirkan / Wiladah Dan Terjemahan

Untuk bacaan doa niat mandi nifas, anda dapat simak dibawah ini lengkap dengan bahasa arab dan latin juga artinya. Berikut bacaan lengkapnya.

Niat Mandi Wajib Wiladah / Setelah Melahirkan ( Arab )

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْوِلاَدَةِ ِللهِ تَعَالَى

Tulisan Bahasa Latin : Nawaitul Ghusla Lirof'i Hadatshil Wiladati Lillaahi Ta'aalaa
Artinya : Saya niat mandi menghilangkan hadats wiladah karena Allah Ta'ala

Adapun untuk bacaan nita mandi wajib setelah nifas bisa dilihat dibawah ini.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى

Latin : Nawaitul Gusla Lirof'i Hadatsin Nifasi Lillaahi Ta'aalaa
Artinya : Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats nifas karena Allah Ta'ala.

Itulah ulasan Doa Niat Mandi Nifas yang dapat kami sajikan kali ini, Sahabat yang budiman juga dapat mempelajari Bacaan Amalan Doa Ibu Hamil dan juga Doa Melahirkan.

Niat Sholat Jenazah Mayit Laki Laki Arab Latin Lengkap

Niat Sholat Mayit - Berikut ini adalah artikel tentang pembahasan sholat yang hukumnya fardhu kifayah yaitu shalat jenazah atau mayyit, Dan untuk kali ini kami akan sharing mengenai bacaan niat sholat mayit laki-laki yang lengkap dengan tulisan arab dan latin juga terjemahannya.

Bagi orang yang masih hidup hukumnya wajib mengurus jenazah yang diantaranya ialah harus memandikan mayyit, mengkafani, menyalatkan, dan juga menguburnya. Namun untuk orang yang mati syahid dalam berperang melawan orang kafir tidak perlu dimandikan dan disholatkan. Adapun untuk bayi yang mati karena disebabkan keguguran dan sudah ditiupi rohnya adalah dimandikan saja kemudian ia dishalatkan jika ia menjerit.

Perlu diketahui juga bagi hukum menangisi mayat. Bagaimana hukumnya menangisi mayit? Ada yang membolehkan menangisi mayit namun bolehnya menangisi mayat tidak dengan menjerit-jerit, atau menyobek-nyobek pakaian atau juga tidak boleh sambil menampari pipi.

Niat Sholat Jenazah Mayit Laki Laki Arab Latin Lengkap

Hukum mengantarkan mayyit ke pemakaman - Mengantarkan Mayat ini mempunyai hukum sunnah dan disunatkan bagi orang yang mengantarkan mayat mendahului mayat dan dimakruhkan mengeraskan suara dengan berdzikir dan membaca Al-Qur'an. Barang siapa ingin berdzikir kepada Allah "maka hendaknya ia berdzikir didalam hati", Sabda Rosululloh Saw "Janganlah kalian mengantarkan mayat dengan bersuara dan membaca api".

Bagi saudara-saudari yang belum mengetahui bacaan sholat jenazah laki-laki berikut niat sholatnya lengkap arab latin dan artinya.

Niat sholat jenazah laki-laki untuk Ma'mum (Arab)

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

LATIN : USHOLLI 'ALAA HAADZALMAYYITI ARBA'A TAKBIRAATIN FARDHOL KIFAAYATI MA'MUUMAN LILLAAHI TA'AALA.
Artinya : Saya niat shalat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah karena menjadi makmum karena Allah Ta’ala.

Niat sholat mayit laki-laki untuk Imam (Arab)

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

LATIN : USHOLLI 'ALAA HAADZALMAYYITI ARBA'A TAKBIRAATIN FARDHOL KIFAAYATI IMAAMAN LILLAAHI TA'AALA.
Artinya : Saya niat shalat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah menjadi imam karena Allah Ta’ala.

Mungkin hanya itu saja yang dapat saya sajikan kali ini mengenai Niat Sholat Jenazah Laki-Laki. Selain bacaan niatnya teman-teman juga dapat mempelajari bagaimana Tata Cara Sholat Jenazah yang benar sesuai sunnah.

Tata Cara Melaksanakan Sholat Gerhana Matahari dan Bulan Total

Tata Cara Mengerjakan Shalat Sunat Gerhana Matahari dan Rembulan - Sebagian dari shalat sunnat yang disunatkan berjama'ah adalah solat sunat kusuf atau khusuf, yaitu salat sunah ketika terjadi gerhana matahari atau gerhana bulan. Meski mengerjakan sholatnya boleh sendiri-sendiri, namun yang dicontohkan oleh rosululloh saw adalah berjamaah karena mengandung khutbah didalamnya.

Gerhana matahari dan gerhana rembulan merupakan salah satu tanda-tanda keagungan atau kebesaran alloh swt sebagai pencipta alam semesta ini. Dan dengan peristiwa itu manusia lebih disadarkan untuk mengingat tuhan sebagai penciptanya, dengan jalan memperbanyak takbir, dzikir, taubat dan shodaqoh.

Shalat gerhana ini termasuk salah satu sholat sunat yang hukumnya "muakkad", karena ada keterangan dalam sebuah hadits sebagai mana sabda Rasululloh saw bersabda yang artinya "Sesungguhnya matahari dan bulan keduanya pertanda dari kekuasaan Allah swt. Ia tidak mengadakan gerhana karena mati dan hidupnya seseorang. Maka tatkala kamu melihat gerhana matahari atau bulan itu takutlah kamu dan cepat-cepat dzikir kepada Alloh swt dan cepat-cepatlah sholat"

Tata Cara Melaksanakan Sholat Gerhana Matahari dan Bulan Total

Tata Cara Melaksanakan Sholat Sunat Gerhana Bulan dan Matahari

Caranya mudah saja dan untuk pelaksanaan shalatnya serupa saja dengan shalat sunat yang lain sebagai mana biasanya, yaitu :
  • Membaca takbir (takbiratul ikhram)
  • Membaca fatihah
  • Membaca surat pendek
  • Rukuk
  • Berdiri dari ruku' (i'tidal)
  • Sujud
  • Duduk diantara dua sujud
  • Kemudian berdiri lagi
  • Untuk raka'at kedua sama dengan raka'at pertama hingga diakhiri dengan salam.

Lihat Juga
Doa Niat Shalat Gerhana Matahari Arab Latin dan Artinya
Do'a Niat Sholat Gerhana Bulan Arab Latin dan Terjemahan

Tata Cara Melaksanakan Sholat Gerhana Matahari dan Bulan Total

Sekian pembahasan saya kali ini mengenai Tata Cara Sholat Gerhana Matahari Dan Bulan. Mudah-mudahan dari coretan artikel diatas sedikitnya bisa bermanfaat dan membantu saudara-saudara sekalian yang sedang mencari informasi yang dibutuhkan.